PLN Bersama Orari Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana

Newsgebrak.com, Parepare — PLN (Persero) bersama Orari Lokal Kota Parepare menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana dengan menggandeng Unit Induk Distribusi (UID) PLN Sulselrabar di Kantor PLN UP3 Parepare, Senin (19/01/2026).

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Parepare yang diwakili Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Abdul Waris Muhiddin.

Turut hadir General Manager PLN UID Sulselrabar, Manager PLN UP3 Parepare, Manager PLN Nusantara Power, serta peserta dari BPBD, Tagana, dan Orari Lokal Parepare.

Ketua Panitia Pelaksana, Hari Patriot Utomo, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN (Persero).

“Melalui CSR ini, PLN memberikan kepercayaan kepada Orari Lokal Parepare untuk mengelola program penanganan kebencanaan, dengan sasaran utama masyarakat RW 10 Tegal, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare,” ujar Hari Patriot Utomo.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari berbagai unsur dan perwakilan masyarakat.

Selain pelatihan kesiapsiagaan bencana, program CSR juga mencakup pengadaan berbagai peralatan pendukung kebencanaan, seperti perahu karet, jaket pelampung, pakaian lapangan, serta perangkat komunikasi tahan air.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Parepare, Muhammad Akbar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian PLN terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Ditempat yang sama, General Manager PLN UID Sulselrabar, Rudiansyah, yang diwakili Senior Manager Ambo Tuo, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapabilitas organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang layanan kedaruratan bencana.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat organisasi kebencanaan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan situasi darurat.

Walikota dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Damkar Parepare, Abdul Waris Muhiddin, menekankan pentingnya kemampuan koordinasi dan komunikasi yang efektif saat terjadi bencana.

“Saya berharap peserta tidak hanya menjadi pribadi yang tanggap dan siap siaga, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membangun tim siaga, serta menjadi penghubung informasi yang tepat antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menumbuhkan budaya sadar dan tangguh bencana di Kota Parepare.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *